Senin, 14 Maret 2011

Ngutak-ngatik laporan keuangan

oleh Peni R.Pramono
I. Manfaat Laporan Keuangan
*Laporan keuangan awalnya digunakan sebagai alat pencatat, tapi paling utama sebenarnya laporan keuangan dipakai sebagai alat analisis.
* Laporan keuangan bisa dimulai dari yang paling sederhana, yaitu laporan arus kas. Laporan kas berisi berapa duit masuk dan berapa duit keluar atau dari mana duit masuk dan ke mana duit pergi.
* Laporan neraca adalah petunjuk yang mencatat kekayaan perusahaan. Ada dua lengan dalam neraca yaitu :
       • Lengan AKTIVA, menunjukkan diapakan saja modal yang didapat.
          Kekayaan ditulis dalam kolom aktiva, disusun dari yang paling likuid, paling mudah ditukar dengan     
          uang kas, paling mudah dipakai untuk belanja.
       • Lengan PASIVA, menunjukkan dari mana perusahaan mendapatkan modal.
         Uang muka dicatat di dalam neraca, sampai “utang” telah direalisasikan dalam bentuk orderan, atau  
         pembatalan orderan. Duit titipan pelanggan, dicatat dalam kolom pasiva.
* Laporan rugi laba adalah laporan ”karya para pekerja”. Semua kegiatan ‘berkarya” tertuang di sini.

II. Obrolan Tentang Usaha dan Risiko
* Modal untuk memulai usaha bisa dari kantong sendiri maupun dari kantong orang lain.
* Nilai intrinsik sebuah usaha bergantung pada:
   • Niatan seseorang
   • Resources seseorang
   • Teknik menggunakan resources
* Modal ada 3 macam:
   • Modal investasi, adalah modal yang digunakan untuk bangunan, dan peralatan.
   • Modal kerja, adalah modal yang digunakan untuk pengadaan bahan dagangan.
   • Modal operasional,adalah modal yang digunakan untuk bayar karyawan, dan tagihan listrik.
* ROI (Return On Investment) adalah berapa banyak hasil yang didapat, dibandingkan dengan banyaknya   modal dari kantong sendiri yang sudah dipakai untuk bisnis.
* Kebangkrutan bisa dianalisis, begini hitungannya:
   Z = 0,012 X1 + 0,014 X2 + 0,033 X3 + 0,006 X4 + 0,999 X5
  X1 = modal kerja; X2 = laba ditahan; X3 = EBIT/ laba operasional; X4 = harga pasar modal sendiri nilai     buku total kewajiban; X5 = penjualan. Nilai Z harus lebih dari 2,675 supaya terhindar dari kebangkrutan
* BEP (Break Even Point) adalah titik impas, itu berarti berapa yang didapat bisa menutup berapa yang sudah di keluarkan.

III. Untungan Mana Waralaba atau Lisensi ?

* Waralaba adalah salah satu kerjasama, telah membuktikan kemampuan berbisnisnya selama 5 tahun, yang memiliki laporan keuangan dan sistem yang bisa digandakan.
* Lisensi adalah istilah praktis buat pengusaha untuk mencari mitra kerja, tanpa harus menunggu 5 tahun, yang artinya juga tidak perlu membuktikan diri sistemnya sudah bisa diakui berjalan baik.
* Business opportunity sebenarnya juga istilah praktis untuk membedakannya dengan waralaba.

IV. Rajin Ngutang, Anda Dihormati
* Grace period adalah tenggang waktu yang diberikan kreditur kalau si pengutang mengalami kesulitan bayar pada waktu jatuh tempo.
* Leasing adalah meminta orang lain membayar apa yang kita beli, lalu kita bisa membayar orang lain itu dengan cicilan.
* Capital Leasing berarti kita mengakui bahwa barang yang dibayar oleh orang lain itu adalah barang milik kita.
* Utang disebut sebagai financial leverage, artinya pengungkit yang bisa mendongkrak penjualan.
*  Kapan sebuah pinjaman menunjukkan lampu kuning?
    • Kalau dengan adanya pinjaman itu tidak menunjukkan adanya peningkatan laba operasional.
    • Bila ada tren laba operasional yang menurun.
    • Kalau laba operasional tidak menyisakan atau hanya sedikit menyisakan laba bersih karena habis untuk bayar bunga utang.
* TIR (Time Interest Ratio) adalah rasio yang mengukur seberapa hebat laba operasional bisa menutup besar biaya pinjaman.

V.Cara Menilai Kinerja Usaha

* Kinerja manajer mestinya dinilai dari bagian yang di bawah kekuasaannya dan atas keputusan yang dibuatnya.
* Kas masuk maupun kas keluar bisa dikelompokkan 3 kegiatan utama:
   - Investing
   - Financing
   - Operational
   - Prive

Selasa, 08 Februari 2011

Cashflow Quadrant

Judul Buku : The Cashflow Quadrant
Penulis : Robert T. Kiyosaki dan Sharon L Lechter
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Anda Berada di Kuadran Mana?
Apakah Kuadran Itu Sudah Tepat Untuk Anda?

Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili :
E untuk employee (pegawai)
S untuk Self employee ( pekerja lepas)
B untuk business owner ( pemilik usaha)
I untuk investor (penanam modal).
Kita masing-masing menempati sedikitnya satu dari keempat kuadran Cashflow Quadrant. Tempat kita ditentukan berdasarkan sumber pemasukan kita. The Cashflow Quadrant adalah tentang keempatjenis orang berbeda yang ada dalam dunia bisnis, tentang siapa diri mereka dan apa yang membuat individu masing-masing kuadran unik. Anda akan dibantu menentukan di mana posisi Anda sekarang dalam quadrant, dan Anda akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan Anda sendiri menuju kebebasan finansial.

Bagian Satu : Cashflow Quadrant
Bagian pertama buku ini tentang perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran. Bagian ini tentang mengapa orang tertentu cenderung menempati kuadran tertentu dan sering terjebak di sana tanpa menyadarinya. Bagian ini akan membantu Anda mengetahui di mana tempat Anda saat ini dalam kuadran dan di mana Anda ingin berada lima tahun mendatang.
Berikut adalah beberapa karakteristik yang membedakan orang di masing-masing kuadran:
1.“E” (pegawai). Kalau mendengar kata “aman” atau ”tunjangan” saya bisa menduga
inti mereka.
Kata “aman” adalah sebuah kata yang sering digunakan sebagai reaksi terhadap
emosi takut.
Kata “tunjangan” berarti orang-orang juga menginginkan semacam imbalan tambahan
yang disebutkan dengan jelas - kompensasi ekstra yang sudah ditentukan dan
dijamin, seperti jaminan kesehatan atau pensiun. Kuncinya mereka ingin merasa
aman dan melihatnya tertulis hitam di atas putih. Ketidakpastian tak membuat
mereka bahagia; kepastianlah yang membuat mereka bahagia.
2. “S” (pekerja lepas). Mereka adalah orang-orang yang ingin menjadi bos mereka
sendiri atau mereka ingin melakukan apa yang mereka mau.
Orang-orang “S” bereaksi terhadap rasa takut tidak dengan mencari rasa aman,
tapi dengan mengambil alih kendali keadaan dan melakukannya sendiri. Itu
sebabnya orang di kuadran ini disebut kelompok melakukan sendiri. Dalam kelompok
ini kita menemukan “professional” berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu
bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti dokter, pengacara, dan dokter gigi.
Banyak tipe “S” ragu mempekerjakan dan melatih orang lain karena begitu selesai
dilatih orang lain itu sering menjadi saingan mereka dan hal ini membuat mereka
bekerja semakin keras serta melakukan semuanya sendiri.
3. “B” (pemilik usaha). Kelompok ini nyaris bisa dikatakan sebagai lawan”S”.
Seorang “B” sejati senang mengitari diri mereka sendiri dengan orang-orang
pandai. “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan. Moto sejati “B” adalah
“Mengapa melakukannya sendiri kalau kau bisa menyewa orang lain untuk
melakukannya bagimu, dan mereka bisa melakukannya dengan lebih baik”. Untuk
menjadi berhasil sebagai “B” diperlukan: pengendalian sistem, dan kemampuan
memimpin orang.
4. “I” ( penanam modal). Investor membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu
bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena
bermain golongan kaya. Di kuadran mana pun orang menghasilkan uang, jika
berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”.
Di dalam kuadran “I”-lah uang diubah menjadi kekayaan.

Banyak orang mencari kebebasan dan kebahagiaan . Masalahnya sebagian besar orang tidak dilatih untuk bekerja dari kuadran “B” dan “I.” karena kurangnya latihan ini, dank arena indoktrinasi tentang keamanan kerja, serta peningkatan jumlah utang, kebanyakan orang membatasi pencarian mereka terhadap kebebasan finansial di sisi kiri Cashflow Quadrant. Sayangnya, keamanan finansial atau kebebasan finansial jarang ditemukan di kuadran “E” atau “S.” Keamanan dan kebebasan sejati ditemukan di sisi kanan.
Satu kegunaan Cashflow Quadrant adalah untuk mengamati atau menelusuri jejak pola hidup seseorang. Banyak orang menghabiskan hidup mereka mencari keamanan atau kebebasan, tapi malah jadi berpindah-pindah pekerjaan.

Ada tiga jenis utama sistem bisnis yang umum dipakai saat ini, yaitu:
1.Perusahaan tradisional jenis C, di mana Anda mengembangkan sistem Anda sendiri.
2.Bisnis Waralaba, di mana Anda membeli sebuah sistem yang sudah ada.
3.Pemasaran Jaringan, di mana Anda membeli dan menjadi bagian sebuah sistem yang
sudah ada.
Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan, namun semua akhirnya melakukan hal yang sama. Jika dioperasikan dengan benar, masing-masing system akan memberikan aliran pemasukan yang teratur tanpa terlalu banyak upaya fisik dari pemilik setelah berjalan. Masalahnya adalah bagaimana cara menjalankanya.

Tujuh Tingkat Investor
* Tingkat 0 : Mereka yang tidak mempunyai modal untuk diinvestasikan.
Orang- orang ini tidak mempunyai uang untuk diinvestasikan. Mereka menghabiskan
semua yang mereka peroleh atau menghabiskan lebih daripada yang mereka peroleh.
* Tingkat 1 : Peminjam
Orang-orang ini menyelesaikan masalah finansial dengan meminjam uang. Sering
mereka melakukan investasi dengan uang pinjaman. Semua milik berharga mereka
merupakan utang.
* Tingkat 2 : Penabung
Orang-orang ini menyisihkan sejumlah “ kecil” uang (biasanya) secara teratur.
Uang itu disimpan dalam mekanisme penyimpanan berisiko kecil dan berbunga kecil
seperti rekening cek, rekening tabungan atau sertifikat deposito pasar uang.
Mereka sering menabung untuk memakai daripada untuk berinvestasi. Mereka selalu
membayar kontan, takut membayar kredit dan takut berutang. Mereka menyukai
keamanan dengan menyimpan uang ke bank.
* Tingkat 3 : Investor “Pandai”
Ada tiga kategori utama dalam tingkat ini. Mereka kebanyakan orang pintar yang
berpendidikan tinggi dan sering berpenghasilan besar, dan mereka juga melakukan
investasi. Namun ada perbedaan.
Tingkat 3-A. Orang-orang dalam tingkat ini termasuk kelompok “ Aku tidak mau repot”
Tingkat 3-B. Kategori kedua adalah kaum “Sinis.” Orang-orang ini mengetahui semua alasan mengapa investasi takkan berhasil. Keberadaan mereka membahayakan. Mereka sering terdengar inteligen, berbicara dengan gaya meyakinkan, brhasil dalam bidang masing-masing, tapi di balik semua itu mereka sebenarnya pengecut.
Tingkat 3-C. Kategori ketiga dari tingkat ini adalah “Penjudi.” Kalu kelompok”Sinis” terlalu berhati-hati, maka kelompok ini kurang behati-hati. Mereka memandang bursa saham, atau pasar investasi mana pun seperti memandang meja dadu di Las Vegas. Ini hanyalah masalah keberuntungan.
* Tingkat 4 : Investor Jangka Panjang
Investor tipe ini jelas mengerti pentingnya berinvestasi. Mereka secara aktif
terlibat dalam pengambilan keputusan investasi mereka sendiri. Mereka mempunyai
program jangka panjang yang telah tertata rapi yang akan memungkinkan mereka
mencapai sasaran finansial mereka. Mereka belajar dulu sebelum membeli sebuah
investasi.
* Tingkat 5 : Investor Canggih
Investor tipe ini “sanggup” mencari strategi investasi yang lebih agresif atau
berisiko. Mereka mempunyai dasar finansial yang kuat, yang berasal dari
penghasilan profesi, bisnis, atau pensiun, atau mempunyai dasar investasi yang
kuat dan konservatif.
* Tingkat 6 : Kapitalis
Hanya sedikit orang di dunia yang mencapai tingkat kehebatan investasi ini.
Tujuan seorang kapitalis adalah membuat lebih banyak uang dengan secara sinergis
mengelola uang orang lain, bakat orang lain dan waktu orang lain.

Seseorang dalam kuadran “B” dan”I” hanya menyertakan properti sebagai aset kalau properti itu memberikan penghasilan melalui cash flow yang positif. Rumah walau tanpa hipotek, masih merupakan liabilitas, karena masih tidak benar-benar memilikinya. Pemerintah masih mengenakan pajak meski jika Anda memilikinya.
Derivatif adalah sesuatu yang berasal dari sesuatu yang lain. Dan real estate adalah properti kerajaan.
Bagi kebanyakan orang, tidak ada yang berutang kepada mereka. Mereka tidak mempunyai aset nyata ( hal-hal yang memasukkan uang ke kantong mereka). Dan mereka sering berutang kepada orang lain. Uang sebenarnya adalah sebuah konsep yang lebih jelas terlihat oleh pikiran daripada oleh mata. Mempelajari permainan uang dan cara memainkannya adalah bagian penting dari perjalanan menuju kebebasan finansial.

Bagian Dua : Membangkitkan Kemampuan Terbaik Anda
Bagian kedua buku ini tetang perubahan pribadi. Yaitu lebih tentang “siapa” diri Anda nantinya daripada “apa” yang harus Anda lakukan. Bagi Anda yang berniat beralih dari keamanan kerja ke keamanan finansial, yang utama adalah perubahan internal yang Anda alami dan jati diri yang terbentuk dalam proses itu. Bagi beberapa orang prose situ mudah. Bagi yang lain, perjalanan itu mustahil.
Pindah dari sisi kiri kuadran bukan terutama tentang “melakukan” tapi lebih tentang “menjadi” pribadi yang diperlukan. Bukan apa yang dilakukan “B” atau “I” yang paling penting; tapi terutama bagaimana mereka “berpikir.” Siapa diri mereka pada intinya.
Untuk mendapatkan keberhasilan di kuadran “B” atau “I” tidak sekedar memerlukan pengetahuan akademis atau teknis. Hal ini sering membutuhkan perubahan dalam pemikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap emosional inti. Ingatlah
MENJADI – MELAKUKAN – MEMPUNYAI
Yang dilakukan orang kaya sebenarnya relative mudah. Perbedaannya adalah “menjadi.” Perbedaannya ada pada pemikiran mereka dan khususnya, pada dialog internal dalam diri mereka sendiri.
Untuk menjadi nyaman secara finansial hanya membutuhkan kemampuan berpikir secara lain. Kemampuan berpikir dari kuadran yang berbeda dan mempunyai keberanian untuk bertindak dengan cara yang berbeda. Bagi saya, salah satu hal tersulit yang harus dijalani orang yang baru mempelajari cara berpikir seperti ini.
Di permukaan tampak seolah ada hukum untuk orang kaya dan ada hukum untuk kelompok yang lain. Tapi dalam kenyataan, hukum sama. Satu-satunya perbedaan adalah kaum kaya menggunakan hukum itu untuk keuntungan mereka sementara kaum miskin dan menengah tidak.

Bagian Tiga : Cara Menjadi “B” dan “I” yang Sukses
Keberhasilan finansial jangka panjang tidak diukur dengan berapa besar langkah Anda. Keberhasilan finansial jangka panjang diukur dengan jumlah langkah yang Anda ambil, arah yang Anda tuju, dan jumlah tahun yang Anda habiskan. Bersikap baiklah pada diri Anda sendiri dan sadarilah bahwa transisi ini tidak hanya melibatkan unsur mental, proses belajar ini juga melibatkan unsur emosi.
Salah satu alas an utama mengapa para “E” dan “S” mengalami kesulitan pindah ke sisi “B” dan “I” adalah karena mereka sering berkata, “Aku butuh lebih banyak informasi. “ Rasa takut atau kereguan pada diri sendiri itulah yang terutama membuat mereka terperangkap dalam kuadran mereka.

7 Langkah Cara Menemukan Jalur Cepat Finansial Anda
1.Sudah waktunya mengurus bisnis Anda sendiri.
Bagi kebanyakan orang laporan keuangan mereka tidak bagus karena mereka diajari
untuk mengurus bisnis orang lain bukannya bisnis mereka sendiri.
• Langkah pertama:
Isilah laporan keuangan pribadi Anda. Untuk mengetahui kemana anda ingin pergi, Anda perlu mengetahui di mana Anda sekarang berada.
• Tentukan target finansial.

2.Mengendalikan Cash flow Anda.
Sebagai CEO hidup Anda sendiri, Anda bisa belajar menjadi lebih pandai daripada kebanyakan orang, termasuk bankir Anda. Sebagai CEO hidup Anda ingat selalu, untuk setiap liabilitas yang kau miliki, kau adalah aset orang lain.

3.Mengetahui Perbedaan antara risiko dan berisiko.
Melek finansial tidak hanya berarti melihat angka dengan mata, tapi ini juga berarti bahwa pikiran Anda yang terlatihlah yang mengatakan ke arah mana uang Anda mengalir. Jadi, sebuah rumah menjadi aset atau liabilitas tergantung pada arah cash flow. Kalau uang mengalir ke dalam saku Anda, maka rumah adalah aset, dan kalau uang mengalir ke luar saku Anda, maka rumah adalah liabilitas.

4.Tentukan Anda mau menjadi investor tipe apa.
Ada tiga jenis investor :
• Tipe A : investor yang mencari problem
• Tipe B : investor yang mencari jawaban
• Tipe C : investor tipe Sgt. Schultz. “Aku tidak tahu apa-apa.”

5.Cari pembimbing.
Pembimbing adalah seseorang yang member tahu Anda apa yang penting dan apa yang tidak penting. Pilihlah pembimbing Anda dengan hati-hati. Cermatlah dalam memilih orang yang sarannya Anda dengarkan. Kalau Anda ingin mencapai suatu tempat, lebih baik mencari seseorang yang sudah berada di sana.

6.Jadikan kekecewaan kekuatan Anda.
Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai keinginannya. Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundangyang kalah atau pasif. Siap untuk kecewa adalah sebuah cara untuk secara mental dan emosional mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin tidak kau inginkan. Dengan menjadi siap secara emosional, kau bisa bertindak dengan tenang dan penuh wibawa ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginanmu. Jika tenang, kau bisa berpikir lebih baik.
7.Kekuatan keyakinan.
Bagi yang berniat memulai perjalanan di jalur cepatnya sendiri, Anda mungkin meragukan kemampuan diri sendiri. Yang bisa saya katakana hanya yakinlah bahwa Anda mempunyai semua yang dibutuhkan saat ini untuk menjadi sukses secara finansial. Satu-satunya yang diperlukan untuk membangkitkan pemberial Tuhan yang alami adalah hasrat, tekad, dan keyakinan yang dalam, yang mengatakan bahwa Anda mempunyai kepandaian dan karunia yang unik.

Menumbuhkan Keikhlasan

Menumbuhkan Keikhlasan
Penulis: Fadlyl Usman Baharun


Ikhlas adalah merupakan komponen kesuburan hati yang paling mendasar dan merupakan aktivitas hati yang paling menentukan.
Qs. Al-bayyinah : 5
” Tiadalah mereka diperintahkan, kecuali supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama, lurus dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, itulah agama yang lurus.”
Hadist riwayat Bukhori-Muslim:
“ Dari amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khatab r.a berkata: aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “ Bahwa segala sesuatu amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwa bagi tiap-tiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrah menuju (ridho) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan rasul-Nya. Barang siapa hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang dikawininya, maka hijrahnya itu kearah yang ditujunya.”
Jadi berdasarkan firman Allah dan Hadist Rasul tersebut di atas terdapatlah bahwa pengertian ikhlas adalah menginginkan keridhaan Allah dengan melakukan amal dan membersihkan amal dari berbagai debu duniawi. Ikhlas dengan pengertian seperti itu merupakan salah satu buah dari kesempurnaan tauhid, yaitu menesakan Allah dalam beribadah dengan meninggalkan riya’, karena riya’ merupakan kesyirikan (syirik kecil).
Ciri- cirri amal yang ikhlas :
1. Khawatir terhadap ketenaran serta keharuman nama atas dirinya dan agamanya, terutama bila termasuk orang-orang yang berprestasi.
2. Orang yang ikhlas selalu menuduh dirinya teledor dalam menunaikan hak-hak Allah, dan teledor dalam melaksanakan berbagai kewajiban. Hatinya tidak dirasuki oleh perasaan ghurur ( tertipu) dan terkagum dengan diri sendiri.
3. Orang yang ikhlas lebih mencintai amal yang tersembunyi daripada amal yang diliput.
4. Saat menjadi pemimpin dan saat menjadi anggota tidak berbeda, selama keduanya masih dalam rangka memberikan pelayanan dakwah.
5. Tidak menggubris dan mengharapkan keridhaan manusia.
6. Kecintaan dan kemarahannya, pemberian dan keengganannya, serta keridhaan dan kemurkaannya adalah karena Allah dan agamanya, bukan karena kepentingan pribadi.
7. Orang yang ikhlas tidak marah, atau menggerutu, lalu meninggalkan aktivitas, pergerakan, dan tidak menjauh dari medan jihad.
8. Orang yang ikhlas tidak akan menjadi malas, jenuh atau berputus asa Karena panjangnya jalan yang dilalui.
9. Bergembira dengan munculnya orang-orang yang berprestasi di dalam berisan dakwah.


Keutamaan ikhlas
1. Syarat diterimanya amal
2. Membuang benih-benih kemunafikan
3. Amal yang ikhlas dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah dalam usaha menghindarkan diri dari bahaya yang sedang menimpa.
Menumbuhkan Keikhlassan:
• Menyadari betapa tingginya kedudukan niat ikhlas dalam beramal.
• Mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah saw, sahabat, dan ulama-ulama dengan banyak membaca sirah.
• Selalu tidak merasa aman dengan amal yang dilakukan.
• Selalu khawatir akan menyusupnya riya’ dan hawa nafsu ke dalam jiwa, dalam aktivitas amal yang dilakukan.

Senin, 31 Januari 2011

Tepok (the power of kepepet)



Judul buku      : The Power Of Kepepet
Pengarang       : Jaya Setiabudi
Cetakan           : Keempat, April 2009
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

1. Aneh Tapi Nyata
            Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa terjun dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran. Kondisi kepepet adalah motivasi terbesar di dunia, karena 97 % orang termotivasi karena kepepet, bukan karena iming-iming.
            Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai keyakinan-keyakinan yang salah, yang dibentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. Mereka tidak yakin bahwa mereka bisa melompat lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan. Apa yang harus kita lakukan jika kita sudah mengharapkan yang terbaik, ternyata yang datang adalah musibah? Pertama, hadapi musibah itu sebagai pembelajaran. Kedua, timbulkan harapan-harapan baru. Lakukan self-talk ( berbicara dengan diri sendiri) yang positif. Jika kita berharap sesuatu akan menyakitkan pada diri kita, maka hasilnya bisa benar-benar menyakitkan.

2. Bagaimana Caranya
            Ciptakan kondisi kepepet secara fisik atau nyata. Misalnya dengan dengan berhutang untuk modal usaha. Secara otomatis kita akan termotivasi untuk mengembalikan hutang tersebut.
Tujuan dari menciptakan kondisi kepepet adalah mendorong kita untuk tidak menunda dan segera ACTION.  
            Otak kita bekerja seperti layaknya otot. Jika otot dilatih dengan beban, begitu juga otak dilatih dengan beban pikiran atau masalah. Sama halnya dengan otot, otak pun dimelarkan sedikit demi sedikit. Jika dipaksakan terlalu berlebihan bisa stress atau depresi. Ukurlah kemampuan Anda dengan ukuran Anda, bukan dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan dan persiapan yang berbeda. Kesuksesan Anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dari diri Anda sebelumnya.
            Kapan mulai usaha, jawabannya tergantung. Tergantung jenis usahanya, tergantung seberapa besar usahanya, tergantung persiapan kita, tergantung situasi, tergantung seberapa  kuat niat kita. Pikiran kita seperti saklar on/of. Jika Anda mengatakan bisa, otak akan mencari jalan bagaimana harus bisa. Sebaliknya jika Anda mengatakan tidak bisa, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa.
            Sukses dimulai dari menghidupkan impian kita. Dengan melihat, mencoba, dan mengetahui detail tentang apa yang kita impikan, secara tidak sadar meminta panca indera kita untuk memenuhi impin kita.

2,5. Terus
            Semua orang punya keinginan, tapi tak banyak orang punya pencapaian. Musuh terbesar dalam mencapai tujuan adalah penundaan. Kenapa banyak orang suka menunda? Karena ketakutan! Takut gagal, takut ditolak, takut kecewa, takut diejek, dan segala macam ketakutan yang lain. Impian tanpa batasan waktu pencapaian, hanyalah angan-angan saja.

3. Mulai Dari….
            Jangan menunggu kondisi ideal untuk memulai usaha. Apa pun bisnisnya, mulai adalah lebih baik daripada mikir terus. Setiapusaha itu bagus, asalkan kita tekuni dengan serius dan jalankandengan benar,maka usaha itu akan berbuah lebat. Sekali lagi, yang penting MELANGKAH! Jangan menghitung rezeki pengusaha dengan ’kalkulator’ karyawan, nggak akan ketemu! Banyak orang mengatakan ”tidak masuk akal” menurut saya, “akalnya yang tidak masuk”. Seperti latihan angkat beban, tentu saja dimulai dari beban yang ringan, setelah otak kita terbiasa, tambah bebannya perlahan-lahan. Risikonya jika terlalu berat beban, tanpa pemanasan, maka otot akan cidera.  Bangkrut bukan berarti kiamat, tapi kiamat pasti bangkrut. Selama belum kiamat,jangan takut bangkrut.

4. Serba gratis
            Beli rumah dapat duit! Caranya adalah dipenilaian harga rumah yang ‘jauh lebih tinggi’ dibandingkan harga jualnya. Iklan atau media promosa tidak selalu harus ‘mahal’, tapi bisa dengan anggaran yang minim, bahkan sebagian bisa gratis, asalkan kreatif. Kegagalan sesungguhnya adalah ketidakberanian untuk mencoba.

5. Pakai Dongkrak
            Fungsi dongkrak adalah membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Mereka yang menerapkan hokum PARETO. 20% effort mereka, menghasilkan 80%. Sementara yang lain justru kebalikannya, kerja 8 jam, hasil 2 jam. Kuncinya di “ Leverage” dan strategi pemasaran yang jitu. Mereka tidak membidik yang kebanyakan orang bidik. Mereka tidak bekerja seperti orang lai bekerja. Fokuslah pada solusi bukan masalah. Di zaman yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, ngeyel ( baca: konsisten) saja tidak cukup, tetapi dibutuhkan strategi yang jitu, menggunakan daya ungkit di sekitar kita, untuk mempercepat kemajuan bisnis kita. Cari jalannya, jika buntu ciptakan jalan yang baru.
            Semakin banyak mitra, semakin banyak lubang kekurangan kita yang tertutupi. Asyiknya juga, pekerjaan menjadi lebih ringan dan yang mendoakan pun banyak. Kunci dalam berkongsi dengan orang lain adalah “ tidak ada 2 Jendral dalam 1 perang”. Jangan semuanya mau memimpin. Tim yang bagus bukanlah tim yang memilii kemampuan yang sejenis, namun tim yang saling melengkapi. Jadi, tidak perlu membuat alasan terhadap kekurangan Anda untuk tidak memulai usaha, tim adalah solusinya. 5 macam partner : technical partner yaitu orang yang menguasai secara teknis bidang yang digeluti, network partner yaitu orang yang memiliki jaringan, financial partner yaitu orang yang memiliki kemampuan dalam pembiayaan, management partner yaitu orang yang memiliki skill di bidang manajemen, ledearship partner yaitu orang yang dapat memimpin dan menyatukan potongan-potongan diatas.

6. Aturan Pakai
            Memelarkan bukan berarti merusak otak. Penggunaan TEPOK secara berlebihan akan berakibat fatal. Kuncinya adalah kenali diri Anda dan ukur kemampuan Anda. Jangan mengukur diri Anda dari kemampuan orang lain! Optimis itu bagus, tapi harus realistis.
            Banyak mentor wirausaha memprovokasi untuk lebih sering menggunakan otak kanan saat mulai usaha. Otak kanan yang dimaksud adalah ACTION oriented bukan sekedar teori saja. Memang tidak mudah mengajak orang yang sudah terlanjur dominan ‘kiri’ ( baca: teoritis) beralih ke ‘kanan’ ( baca:praktis). Maka dari itu biasanya mentor mengupas iming-iming menjadi pengusaha dan memaparkan kemudahan-kemudahanny. Misalnya “ kalau mau usaha, jangan dipikir, dimulai aja”, atau” dibuka dulu usahanya, nanti pasti mengitung. Kalau dihitung dulu, nggak buka-buka!”. Namun, otak kanan harus diseimbangkan dengan otak kiri untuk menganalisa hasil yang kita peroleh.
            Dalam merekrut karyawan, jika ragu-ragu lebih baik tidak diterima, dan teruslah mencari. Karena, saat kita mendapatkan tim yang tepat fungsi control dan manajemen akan lebih ringan. Kekuatan suatu tim, dipengaruhi oleh mata rantai yang paling lemah. “Jika mau kasihan, kesihanilah pada anggota tim yang lain yang bagus, jangan kasihan sama yang busuk”. Bertindaklah tegas, sebelum ketidakenakan dan rasa kasihan Anda memakan korban.
            “Barang siapa yang membagikan sebagian rizkinya dengan ikhlas, maka rizkinya akan didatangkan dari mata air yang tak disangka-angka.”
            Minta maaf ke orang yang menyakiti kita. Apalagi jika kita yang salah, harus  secepatnya minta maaf. Datangi dan minta maaf, maka Anda akan merasakan suatu energy yang luar biasa merasuk ke dalam jiwa Anda. Sekali lagi tidak cukup dalamhati, tetapi datangi dan lakukan. “ Barang siapa yang bisa mengendalikan orang lain adalah orang yang kuat. Barang siapa yang bisa mengendalikan diri sendiri adalah orang yang hebat.”
            Seperti orang yang habis terpeleset, jangan cepat-cepat pergi, ‘ ngepel’ dulu dong! Artinya : ambil hikmahnya, pasti ada! Jangan Cuma menyalahkan kondisi atau orang lain, bertanggung jawablah terhadap segala hal yang terjadi. Mungkin Anda kurang hati-hati. Tidak hanya berbisnis dengan hati, tapi juga dengan hati-hati. Buat alat anti salah atau istilah jepangnya ‘ pokayoke’. Cari penyebab utamanya secara objektif dan buat (kontrol) system agar tak terulang lagi. Terakhir, selalu waspada, bukan curiga.
            Kenapa dalam berusaha sangat di sarankan memiliki mentor atau pembimbing/ pelatih. Layaknya  pemain bola, tanpa pelatih yang handal, mustahil akan menjadi juara dunia.  Siapakah mentor yang layak? Yang jelas bukan kuat teorinya, tapi pengalaman di praktiknya. Bagaimana sseorang bisa mengajarkan ‘bangkit’ dari kegagalan, jika ia sendiri belum pernah merasakan bagaimana itu gagal.
            TAKE ACTION, MAKE IT HAPPEN.
  • Kondisi kepepet adalah motivasi terbesar di dunia.
  • Ketakutan hanyalah bayangan, hadapi untuk mengalahkannya
  • Jika kita berharap sesuatu akan menyakitkan pada diri kita, maka hasilnya bisa benar-benar menyakitkan
  • Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah
  • Kesuksesan Anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dari diri Anda sebelumnya