Selasa, 08 Februari 2011

Cashflow Quadrant

Judul Buku : The Cashflow Quadrant
Penulis : Robert T. Kiyosaki dan Sharon L Lechter
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Anda Berada di Kuadran Mana?
Apakah Kuadran Itu Sudah Tepat Untuk Anda?

Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili :
E untuk employee (pegawai)
S untuk Self employee ( pekerja lepas)
B untuk business owner ( pemilik usaha)
I untuk investor (penanam modal).
Kita masing-masing menempati sedikitnya satu dari keempat kuadran Cashflow Quadrant. Tempat kita ditentukan berdasarkan sumber pemasukan kita. The Cashflow Quadrant adalah tentang keempatjenis orang berbeda yang ada dalam dunia bisnis, tentang siapa diri mereka dan apa yang membuat individu masing-masing kuadran unik. Anda akan dibantu menentukan di mana posisi Anda sekarang dalam quadrant, dan Anda akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan Anda sendiri menuju kebebasan finansial.

Bagian Satu : Cashflow Quadrant
Bagian pertama buku ini tentang perbedaan inti antara orang-orang di keempat kuadran. Bagian ini tentang mengapa orang tertentu cenderung menempati kuadran tertentu dan sering terjebak di sana tanpa menyadarinya. Bagian ini akan membantu Anda mengetahui di mana tempat Anda saat ini dalam kuadran dan di mana Anda ingin berada lima tahun mendatang.
Berikut adalah beberapa karakteristik yang membedakan orang di masing-masing kuadran:
1.“E” (pegawai). Kalau mendengar kata “aman” atau ”tunjangan” saya bisa menduga
inti mereka.
Kata “aman” adalah sebuah kata yang sering digunakan sebagai reaksi terhadap
emosi takut.
Kata “tunjangan” berarti orang-orang juga menginginkan semacam imbalan tambahan
yang disebutkan dengan jelas - kompensasi ekstra yang sudah ditentukan dan
dijamin, seperti jaminan kesehatan atau pensiun. Kuncinya mereka ingin merasa
aman dan melihatnya tertulis hitam di atas putih. Ketidakpastian tak membuat
mereka bahagia; kepastianlah yang membuat mereka bahagia.
2. “S” (pekerja lepas). Mereka adalah orang-orang yang ingin menjadi bos mereka
sendiri atau mereka ingin melakukan apa yang mereka mau.
Orang-orang “S” bereaksi terhadap rasa takut tidak dengan mencari rasa aman,
tapi dengan mengambil alih kendali keadaan dan melakukannya sendiri. Itu
sebabnya orang di kuadran ini disebut kelompok melakukan sendiri. Dalam kelompok
ini kita menemukan “professional” berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu
bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti dokter, pengacara, dan dokter gigi.
Banyak tipe “S” ragu mempekerjakan dan melatih orang lain karena begitu selesai
dilatih orang lain itu sering menjadi saingan mereka dan hal ini membuat mereka
bekerja semakin keras serta melakukan semuanya sendiri.
3. “B” (pemilik usaha). Kelompok ini nyaris bisa dikatakan sebagai lawan”S”.
Seorang “B” sejati senang mengitari diri mereka sendiri dengan orang-orang
pandai. “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan. Moto sejati “B” adalah
“Mengapa melakukannya sendiri kalau kau bisa menyewa orang lain untuk
melakukannya bagimu, dan mereka bisa melakukannya dengan lebih baik”. Untuk
menjadi berhasil sebagai “B” diperlukan: pengendalian sistem, dan kemampuan
memimpin orang.
4. “I” ( penanam modal). Investor membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu
bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena
bermain golongan kaya. Di kuadran mana pun orang menghasilkan uang, jika
berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”.
Di dalam kuadran “I”-lah uang diubah menjadi kekayaan.

Banyak orang mencari kebebasan dan kebahagiaan . Masalahnya sebagian besar orang tidak dilatih untuk bekerja dari kuadran “B” dan “I.” karena kurangnya latihan ini, dank arena indoktrinasi tentang keamanan kerja, serta peningkatan jumlah utang, kebanyakan orang membatasi pencarian mereka terhadap kebebasan finansial di sisi kiri Cashflow Quadrant. Sayangnya, keamanan finansial atau kebebasan finansial jarang ditemukan di kuadran “E” atau “S.” Keamanan dan kebebasan sejati ditemukan di sisi kanan.
Satu kegunaan Cashflow Quadrant adalah untuk mengamati atau menelusuri jejak pola hidup seseorang. Banyak orang menghabiskan hidup mereka mencari keamanan atau kebebasan, tapi malah jadi berpindah-pindah pekerjaan.

Ada tiga jenis utama sistem bisnis yang umum dipakai saat ini, yaitu:
1.Perusahaan tradisional jenis C, di mana Anda mengembangkan sistem Anda sendiri.
2.Bisnis Waralaba, di mana Anda membeli sebuah sistem yang sudah ada.
3.Pemasaran Jaringan, di mana Anda membeli dan menjadi bagian sebuah sistem yang
sudah ada.
Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan, namun semua akhirnya melakukan hal yang sama. Jika dioperasikan dengan benar, masing-masing system akan memberikan aliran pemasukan yang teratur tanpa terlalu banyak upaya fisik dari pemilik setelah berjalan. Masalahnya adalah bagaimana cara menjalankanya.

Tujuh Tingkat Investor
* Tingkat 0 : Mereka yang tidak mempunyai modal untuk diinvestasikan.
Orang- orang ini tidak mempunyai uang untuk diinvestasikan. Mereka menghabiskan
semua yang mereka peroleh atau menghabiskan lebih daripada yang mereka peroleh.
* Tingkat 1 : Peminjam
Orang-orang ini menyelesaikan masalah finansial dengan meminjam uang. Sering
mereka melakukan investasi dengan uang pinjaman. Semua milik berharga mereka
merupakan utang.
* Tingkat 2 : Penabung
Orang-orang ini menyisihkan sejumlah “ kecil” uang (biasanya) secara teratur.
Uang itu disimpan dalam mekanisme penyimpanan berisiko kecil dan berbunga kecil
seperti rekening cek, rekening tabungan atau sertifikat deposito pasar uang.
Mereka sering menabung untuk memakai daripada untuk berinvestasi. Mereka selalu
membayar kontan, takut membayar kredit dan takut berutang. Mereka menyukai
keamanan dengan menyimpan uang ke bank.
* Tingkat 3 : Investor “Pandai”
Ada tiga kategori utama dalam tingkat ini. Mereka kebanyakan orang pintar yang
berpendidikan tinggi dan sering berpenghasilan besar, dan mereka juga melakukan
investasi. Namun ada perbedaan.
Tingkat 3-A. Orang-orang dalam tingkat ini termasuk kelompok “ Aku tidak mau repot”
Tingkat 3-B. Kategori kedua adalah kaum “Sinis.” Orang-orang ini mengetahui semua alasan mengapa investasi takkan berhasil. Keberadaan mereka membahayakan. Mereka sering terdengar inteligen, berbicara dengan gaya meyakinkan, brhasil dalam bidang masing-masing, tapi di balik semua itu mereka sebenarnya pengecut.
Tingkat 3-C. Kategori ketiga dari tingkat ini adalah “Penjudi.” Kalu kelompok”Sinis” terlalu berhati-hati, maka kelompok ini kurang behati-hati. Mereka memandang bursa saham, atau pasar investasi mana pun seperti memandang meja dadu di Las Vegas. Ini hanyalah masalah keberuntungan.
* Tingkat 4 : Investor Jangka Panjang
Investor tipe ini jelas mengerti pentingnya berinvestasi. Mereka secara aktif
terlibat dalam pengambilan keputusan investasi mereka sendiri. Mereka mempunyai
program jangka panjang yang telah tertata rapi yang akan memungkinkan mereka
mencapai sasaran finansial mereka. Mereka belajar dulu sebelum membeli sebuah
investasi.
* Tingkat 5 : Investor Canggih
Investor tipe ini “sanggup” mencari strategi investasi yang lebih agresif atau
berisiko. Mereka mempunyai dasar finansial yang kuat, yang berasal dari
penghasilan profesi, bisnis, atau pensiun, atau mempunyai dasar investasi yang
kuat dan konservatif.
* Tingkat 6 : Kapitalis
Hanya sedikit orang di dunia yang mencapai tingkat kehebatan investasi ini.
Tujuan seorang kapitalis adalah membuat lebih banyak uang dengan secara sinergis
mengelola uang orang lain, bakat orang lain dan waktu orang lain.

Seseorang dalam kuadran “B” dan”I” hanya menyertakan properti sebagai aset kalau properti itu memberikan penghasilan melalui cash flow yang positif. Rumah walau tanpa hipotek, masih merupakan liabilitas, karena masih tidak benar-benar memilikinya. Pemerintah masih mengenakan pajak meski jika Anda memilikinya.
Derivatif adalah sesuatu yang berasal dari sesuatu yang lain. Dan real estate adalah properti kerajaan.
Bagi kebanyakan orang, tidak ada yang berutang kepada mereka. Mereka tidak mempunyai aset nyata ( hal-hal yang memasukkan uang ke kantong mereka). Dan mereka sering berutang kepada orang lain. Uang sebenarnya adalah sebuah konsep yang lebih jelas terlihat oleh pikiran daripada oleh mata. Mempelajari permainan uang dan cara memainkannya adalah bagian penting dari perjalanan menuju kebebasan finansial.

Bagian Dua : Membangkitkan Kemampuan Terbaik Anda
Bagian kedua buku ini tetang perubahan pribadi. Yaitu lebih tentang “siapa” diri Anda nantinya daripada “apa” yang harus Anda lakukan. Bagi Anda yang berniat beralih dari keamanan kerja ke keamanan finansial, yang utama adalah perubahan internal yang Anda alami dan jati diri yang terbentuk dalam proses itu. Bagi beberapa orang prose situ mudah. Bagi yang lain, perjalanan itu mustahil.
Pindah dari sisi kiri kuadran bukan terutama tentang “melakukan” tapi lebih tentang “menjadi” pribadi yang diperlukan. Bukan apa yang dilakukan “B” atau “I” yang paling penting; tapi terutama bagaimana mereka “berpikir.” Siapa diri mereka pada intinya.
Untuk mendapatkan keberhasilan di kuadran “B” atau “I” tidak sekedar memerlukan pengetahuan akademis atau teknis. Hal ini sering membutuhkan perubahan dalam pemikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap emosional inti. Ingatlah
MENJADI – MELAKUKAN – MEMPUNYAI
Yang dilakukan orang kaya sebenarnya relative mudah. Perbedaannya adalah “menjadi.” Perbedaannya ada pada pemikiran mereka dan khususnya, pada dialog internal dalam diri mereka sendiri.
Untuk menjadi nyaman secara finansial hanya membutuhkan kemampuan berpikir secara lain. Kemampuan berpikir dari kuadran yang berbeda dan mempunyai keberanian untuk bertindak dengan cara yang berbeda. Bagi saya, salah satu hal tersulit yang harus dijalani orang yang baru mempelajari cara berpikir seperti ini.
Di permukaan tampak seolah ada hukum untuk orang kaya dan ada hukum untuk kelompok yang lain. Tapi dalam kenyataan, hukum sama. Satu-satunya perbedaan adalah kaum kaya menggunakan hukum itu untuk keuntungan mereka sementara kaum miskin dan menengah tidak.

Bagian Tiga : Cara Menjadi “B” dan “I” yang Sukses
Keberhasilan finansial jangka panjang tidak diukur dengan berapa besar langkah Anda. Keberhasilan finansial jangka panjang diukur dengan jumlah langkah yang Anda ambil, arah yang Anda tuju, dan jumlah tahun yang Anda habiskan. Bersikap baiklah pada diri Anda sendiri dan sadarilah bahwa transisi ini tidak hanya melibatkan unsur mental, proses belajar ini juga melibatkan unsur emosi.
Salah satu alas an utama mengapa para “E” dan “S” mengalami kesulitan pindah ke sisi “B” dan “I” adalah karena mereka sering berkata, “Aku butuh lebih banyak informasi. “ Rasa takut atau kereguan pada diri sendiri itulah yang terutama membuat mereka terperangkap dalam kuadran mereka.

7 Langkah Cara Menemukan Jalur Cepat Finansial Anda
1.Sudah waktunya mengurus bisnis Anda sendiri.
Bagi kebanyakan orang laporan keuangan mereka tidak bagus karena mereka diajari
untuk mengurus bisnis orang lain bukannya bisnis mereka sendiri.
• Langkah pertama:
Isilah laporan keuangan pribadi Anda. Untuk mengetahui kemana anda ingin pergi, Anda perlu mengetahui di mana Anda sekarang berada.
• Tentukan target finansial.

2.Mengendalikan Cash flow Anda.
Sebagai CEO hidup Anda sendiri, Anda bisa belajar menjadi lebih pandai daripada kebanyakan orang, termasuk bankir Anda. Sebagai CEO hidup Anda ingat selalu, untuk setiap liabilitas yang kau miliki, kau adalah aset orang lain.

3.Mengetahui Perbedaan antara risiko dan berisiko.
Melek finansial tidak hanya berarti melihat angka dengan mata, tapi ini juga berarti bahwa pikiran Anda yang terlatihlah yang mengatakan ke arah mana uang Anda mengalir. Jadi, sebuah rumah menjadi aset atau liabilitas tergantung pada arah cash flow. Kalau uang mengalir ke dalam saku Anda, maka rumah adalah aset, dan kalau uang mengalir ke luar saku Anda, maka rumah adalah liabilitas.

4.Tentukan Anda mau menjadi investor tipe apa.
Ada tiga jenis investor :
• Tipe A : investor yang mencari problem
• Tipe B : investor yang mencari jawaban
• Tipe C : investor tipe Sgt. Schultz. “Aku tidak tahu apa-apa.”

5.Cari pembimbing.
Pembimbing adalah seseorang yang member tahu Anda apa yang penting dan apa yang tidak penting. Pilihlah pembimbing Anda dengan hati-hati. Cermatlah dalam memilih orang yang sarannya Anda dengarkan. Kalau Anda ingin mencapai suatu tempat, lebih baik mencari seseorang yang sudah berada di sana.

6.Jadikan kekecewaan kekuatan Anda.
Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai keinginannya. Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundangyang kalah atau pasif. Siap untuk kecewa adalah sebuah cara untuk secara mental dan emosional mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin tidak kau inginkan. Dengan menjadi siap secara emosional, kau bisa bertindak dengan tenang dan penuh wibawa ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginanmu. Jika tenang, kau bisa berpikir lebih baik.
7.Kekuatan keyakinan.
Bagi yang berniat memulai perjalanan di jalur cepatnya sendiri, Anda mungkin meragukan kemampuan diri sendiri. Yang bisa saya katakana hanya yakinlah bahwa Anda mempunyai semua yang dibutuhkan saat ini untuk menjadi sukses secara finansial. Satu-satunya yang diperlukan untuk membangkitkan pemberial Tuhan yang alami adalah hasrat, tekad, dan keyakinan yang dalam, yang mengatakan bahwa Anda mempunyai kepandaian dan karunia yang unik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar